Peri Ini

\Peri ini/

 

Setiap ranting yang basah, tumbuh subur berhelai-helai dedaunan.

Berpucuk-pucuk tunas seraya memberikan harapan

Pada sebatang ranting yang kering

Pada sebaris daun-daun yang berguguran

 

Tak ada gemercik airmata kebencian

Apalagi segala duka perkara

Yang menyudut, menepi di ruas-ruas keakuan.

Hingga melenyapkan segala pahit-ketir cengkraman keraman

 

Tetapi…

Jika peri ini masih dalam berhelai-helai kepudaran

Genggamlah aku!

Yang habiskan berhelai-helai harapan di ujung penghabisan

 

Si Karang Jalang

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Kolom Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: