SAWAH

SAWAH

Puisi karya: A. Hasjmy

Sawah tersusun di lereng gunung,

Berpagar dengan bukit barisan,

Sayup-sayup ujung ke ujung,

Padi mudanya hijau berdandan.

Di danau perawan duduk menyulam,

Matanya memandang padi hama,

Sekali-kali ia bernalam,

Dipetik dari hati mudanya.

Kalau turun pipit berkawan,

Merayap hinggap dimayang padi,

Terdengar teriak suara perawan,

Menyuruh pipit menjauhkan diri.

Kalau pipit sudah terbang,

Melayang hilang pulang ke rimba,

Perawan bernyanyi menembang-tembang,

Menjadi pipit ta’ tahu iba:

,,Mengapa engkau ayuhai pipit,

Tak tahu diartiniba kasihan

Badanku payah menanggung sakit,

Mencucur keringat sepanjang zaman,

Padi kupupuk sejak semula,

Engkau Tahu memakan saja??”

 

(Dari: Kissah seorang pengembara)

Sumber buku: Kesusastraan Indonesia Modern Dalam Kritik dan Essay (H.B. Jassin

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Kolom Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: