Beranda > Catatan pribadi, Puisi > Buih-buih Mimpi

Buih-buih Mimpi

Jika mengenangmu merupakan suatu dosa, maka ijinkanlah aku untuk memejamkan mata.
Hingga mengukur beberapa bilah detak jantung, pada masa-masa yang tak mungkin kembali
Merabamu, membelaimu, atau sekadar merayumu kembali
Tanganmu lembut, rambutmu tergerai memesonakan jiwaku! Senyummu tergambarkan dalam buih-buih kemasan di waktu yang tak mungkin berhenti.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Kolom Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: